Categories
Uncategorized

Lionel Messi Sadar Waktu Pensiun Segera Tiba, Namun Ternyata Masih Ada Harapan Yang Ingin Diwujudkan

Berikut ini berita terbaru datang dari bintang Barcelona, Lionel Messi dimana pemain berusia 32 tahun ini menyadari bahwa dirinya cepat atau lambat akan tiba pada waktu untuk gantung sepatu alias pensiun dari lapangan hijau. Mengingat umurnya yang sudah tak lagi muda.

Messi kini sudah mempunyai tiga orang anak dan diusianya yang juga sudah kepala tiga puluh tahun yang tak muda lagi untuk ukuran pesepakbola profesional. Namun saat ini ia masih tetap berada di puncak kariernya.

Kami mengucapkan selamat untuk Messi karena ia baru saja dinobatkan menjadi pemenang Ballon d’Or edisi 2019. Ini berhasil menjadi trofi Ballon d’Or keenam yang diraih Messi sepanjang kariernya, sekaligus kembali mengungguli saingannya pemain Juventus yaitu Ronaldo yang tercatat masih bertahan di angka lima trofi yang berhasil ia dapatkan.

Yuk kita simak informasi lebih lengkapnya berikut ini, Bolaneters.

Lionel Messi yang Sadar Diri

Dalam sebuah wawancara di sela-sela acara malam penganugerahan Ballon d’Or 2019 di Paris, Messi berharap ia masih bisa bertahan selama beberapa tahun lagi di level tertinggi yang memang menjadi tujuannya. Berikut ini ujar Messi.

“Saya sadar berapa usia saya. Dan saya sangat menikmati momen ini karena saya tahun masa pensiun sudah mendekati. Waktu berlalu,” ujar Messi seperti dikutip Goal International.

“Saya harap, atas kehedan Tuhan, saya bisa bermain dalam bertahun-tahun ke depan. Saat ini saya berusia 32 tahun, dan akan berusia 33 tahun pada akhir musim nanti, jadi, seperti yang saya katakan, semuanya tergantung pada bagaimana yang saya rasakan secara fisik,” tambahnya.

“Sekarang saya merasa lebih baik dibanding sebelumnya dalam level fisik dan pribadi, dan saya harap saya bisa bertahan lebih lama,” harapnya.

Masa Depan di Barcelona

Beberapa waktu lalu terungkap bahwa ada klausul dalam kontraknya bersama Barcelona yang memberinya hak untuk meninggalkan klub sewaktu-waktu. Messi sendiri memilih tenang menyikapi hal ini. Dan tidak terlalu memikirkan atau mengambil pusing prihal hal tersebut. Berikut ini lanjut ujar Messi.

“Barca memahami saya dan tahu bahwa tak ada masalah terkait hal ini,” kata Messi.

“[Komitmen saya] melebihi sebuah kontrak. Apa yang saya rasakan untuk klub ini bernilai lebih dari tanda tangan apa pun di secarik kertas, jadi tak ada masalah,” tukasnya.

Categories
Uncategorized

Ini Dia Penyelamatan Terbanyak Premier League Musim Ini Dan Kira-Kira Apa Penyebab Masalah Arsenal

Berita terbaru datang dari klub Arsenal dimana klub ini ditahan dengan perolehan hasil imbang 2-2 oleh Norwich City pada pekan ke-14 Premier League akhir pekan lalu. Hasil itu terbilang minor bagi Arsenal, tapi bisa lebih buruk lagi jika tidak ada pemain berusia 27 tahun berkebangsaan Jerman, Bernd Leno.

Kiper yang mempunyai saudara kandung Daniel Leno ini pantas menyandang status kiper nomor satu The Gunners. Penampilannya membawa pengaruh besar pada permainan tim, membawa pada perkembangan yang semakin maju tapi memang dirinya sering terabaikan karena buruknya pertahanan Arsenal.

Menjadi kiper Arsenal tidaklah mudah prosesnya cukup panjang dan membawa dirinya semakin menunjukkan performa yang meyakinkan, Leno tercatat sudah kebobolan sebanyak 21 kali dari 14 pertandingan. Sisi pertahanan Arsenal memang sudah jadi masalah sejak awal musim, ini dia sampai akhirnya membuat Unai Emery sang mantan pelatih Arsenal harus mengakhiri masa kerjanya alias dipecat.

Buruknya pertahanan Arsenal itu sebenarnya memaksa Bernd Leno membuat banyak penyelamatan. Yuk mari kita baca informasi selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

Penyelamatan Terbanyak

Menukil informasi dari Squawka, Bernd Leno ternyata dinobatkan berada di peringkat pertama perihal penyelematan terbanyak di antara kiper-kiper tim lainnya. Lawan Norwich saja dia membuat 6 penyelamatan, yang melengkapi torehannya jadi 59 penyelamatan pada 14 pertandingan.

Leno unggul lima penyelamatan dari kiper Birghtopn, Mat Ryan yang memperoleh sebanyak 55 penyelamatan. Lalu ada Martin Dubravkan di peringkat ketiga dengan perolehan 52 penyelamatan, dia membuat tujuh penyelamatan pada laga imbang 2-2 Newcastle dengan Man City.

Kemudian, ada Tim Krul dari Norwich City dengan 51 penyelamatan. Aaron Ramsdale melengkapi daftar kiper yang telah membuat minimal 50 penyelamatan atau lebih.

Berikut daftar lengkapnya:

Penyelamatan Terbanyak: Premier League 2019/20 hingga pekan ke-14

  1. Bernd Leno, Arsenal: 59 saves (1,260 minutes)
  2. Mat Ryan, Brighton: 55 saves (1,260 minutes)
  3. Martin Dubravka, Newcastle: 52 saves (1,260 minutes)
  4. Tim Krul, Norwcih: 51 saves (1,080 minutes)
  5. Aaron Ramsdale, Bournemouth: 50 saves (1,260 minutes)
  6. Ben Foster, Watford: 46 saves (1,260 minutes)
  7. Tom Heaton, Aston Villa: 43 saves (1,170 minutes)
  8. Nick Pope, Burnley: 42 saves (1,260 minutes)
  9. David de Gea, Man United: 39 saves (1,260 minutes)
  10. Dean Henderson, Sheffield United: 37 saves (1,170 minutes)

Belum Tentu Baik

Namun ternyata ada jarak yang cukup lebar Antara Aaron Ramsdale di peringkat ke-5 dengan Ben Foster di bawahnya, yakni 4 penyelamatan. Perbedaan ini mungkin membuktikan kualitas defensif kedua tim.

Bagaimanapun, mencatatkan banyak penyelamatan bisa berarti dua hal. Pertama, kiper itu memang hebat dan bisa diandalkan pada momen-momen penting ketika lawan menyerang.

Kedua, kiper tersebut tampak menonjol karena pertahanan tim yang buruk. Mau tak mau dia tampak gemilang karena sering menggagalkan peluang lawan.

Selain melihat torehan penyelamatan, catatan clean sheets lebih menjelaskan kualitas defensif sebuah tim. Siapa yang nomor satu? Simak berikut ini Boleneters Clean Sheetsnya ya.

Clean Sheets Terbanyak Premier League 2019/20 hingga pekan ke-14

Kasper Schmeichel: 6

Dean Henderson: 5

Nick Pope: 5

Ederson: 5

Vicente Guaita: 4

Mat Ryan: 4

Kepa Arrizabalaga: 3

Rui Patricio: 3

Martin Dubravka: 3

Lukasz Fabianski: 3

Categories
Uncategorized

Sikap Yang Patut Dicontoh! Ini Dia Pesan Luka Modric Saat Persembahkan Trofi Ballon d’Or Pada Lionel Messi

Luka Modric memberikan contoh profesional sepak bola yang seharusnya. Sebagai peraih Ballon d’Or tahun lalu, dia hadir langsung pada seremoni Ballon d’Or 2019 kali ini dan mempersembahkan langsung trofi itu pada sang bintang yang sudah banyak orang tahu yaitu Lionel Messi, sang pemenang.

Sikap Modric ini diakui dan juga mendapatkan pujian dari berbagai pihak, sebab tak biasanya peraih Ballon d’Or sebelumnya rela mengakui peraih tahun berikutnya. Jelas, sebelumnya status pemain terbaik di dunia itu didominasi oleh dua bintang yaitu Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Kedua pemain itu saling mengakui kualitas satu sama lain, tapi Ronaldo tidak pernah memuji langsung ketika Messi meraih Ballon d’Or, bahkan Ronaldo sengaja absen pada acara puncak tahun ini, dia sudah tahu gagal menang. Sikap Ronaldo tidak patut di contoh ya ia tidak menghargai atau turut merasakan senang jika teman saingannya tersebut yang berhasil mendapatkann penghargaan tersebut.

Dan kabarnya Messi pun sebenarnya sama, dia belum pernah memuji raihan Ballon d’Or Ronaldo secara langsung. Tahun lalu Messi pun sadari juga tidak hadir pada acara puncak, tahu bahwa dia kalah dari Modric. Tetapi bagaimanapun dan siapapun pemenang trofi tersebut haruslah di hargai dan turut di apresiasikan.

Kini, tradisi itu diputus Modric langsung. Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

Ucapan Modric

Modric tahu dan sadar jika ia tidak akan menang tahun ini, bahkan tidak masuk tiga besar. Namun, itu tidak menghalanginya untuk datang ke acara puncak dan memberikan langsung trofi pada sang juara, kali ini Messi. Cara Modric ini benar-benar patut di kasih jempol ia tetap menghargai bahkan langsung kasih trofi tersebut pada Messi.

Gelandang Real Madrid ini menyambut Messi ke panggung yang diawali dengan salam dan peluk, lalu mengucapkan sesuatu pada La Pulga. Messi sendiri tampak senang dengan sikap Modric, dan terlihat mereka saling respek. Berikut ini ujar dari Modric saat dipercayakan bisa memberikan trofi tersebut langsung pada Messi.

“Selamat, Anda layak mendapatkannya,” kata Modric pada Messi, seraya tangannya memberikan trofi.

Tradisi Bagus

Usai acara, Modric bicara lebih lanjut tentang sikapnya. Dia yakin bakal jadi tradisi bagus apabila pemenang Ballon d’Or sebelumnya mempersembahkan langsung trofi pada pemenang di tahun berikutnya. Modric pun sadar dan juga tahu messi yang terbaik dan Messi mampu memberikan hasil kerja kerasnya yang terbaik sehingga ia layak mendapatkannya. Berikut ini ujar lanjut dari Modric.

“Messi impresif, salah satu yang terbaik sepanjang masa, dan saya memberi selamat untuk apa yang telah dia perbuat,” lanjut Modric.

“Bakal jadi tradisi bagus apabila pemenang terakhir trofi ini memberikannya pada pemenang berikutnya.”

“Saya ada di sini karena sepak bola adalah soal respek, karena itulah saya datang ke sini, untuk memberi selamat padanya dan memberikan penghargaan ini,” tandasnya.

Categories
Uncategorized

Man of the Match Burnley vs Manchester City: Gabriel Jesus

Berikut ini berita datang dari pemain muda berusia 22 tahun, Gabriel Jesus dimana pemain sepak bola Brasil yang berposisi sebagai penyerang. Ia saat ini bermain untuk klub Liga Utama Inggris Manchester City. Dia terpilih sebagai pendatang baru terbaik pada Campeonato Brasileiro Série A 2015, tahun di mana ia juga membantu timnya memenangkan Copa do Brasil. Dirinya berhasil terpilih menjadi pemain terbaik alias man of the match dalam laga Premier League 2019-20 pekan ke-15 antara Burnley vs Manchester City, yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 4 Desember 2019 dini hari WIB.

Dalam laga ini, Manchester City berhasil meraih kesuksesan dengan kemenangan skor telak 4-1. Dan Gabriel Jesus menjadi bintang kemenangan Manchester City dengan memborong sebanyak dua gol.

Dua gol tim tamu lainnya masing-masing diciptakan oleh Rodri dan Riyad Mahrez. Burnley sendiri sempat mendapat gol hiburan lewat pemain berkebangsaan Irlandia, Robbie Brady.

Sinar Gabriel Jesus

Gabriel Jesus berhasil mencetak gol pertamanya dengan cara istimewa dan apik, yakni tembakan melengkung ke tiang jauh. Sementara gol kedua lahir lewat sontekan dari jarak dekat meneruskan crossing Bernardo Silva.

Dalam laga ini, Jesus menunjukkan betapa efektifnya dia dalam memanfaatkan peluang yang tercipta begitu luar biasa dan juga disepanjang laga, totalnya ia hanya berhasil memperoleh sebanyak tiga kali melakukan tembakan, dan dua di antaranya berujung gol.

Gabriel Jesus sekali lagi berhasil membuktikan kualitasnya. Pemain asal Brasil itu musim ini sudah menciptakan sebanyak tujuh gol dan tiga assist dalam 18 laga bagi City di semua kompetisi. Umurnya yang masih muda tidak menghalangi kinerja performanya dalam tugas dan tanggung jawabnya.

Categories
Uncategorized

Zidane Berhasil Entah Bagaimana Caranya, Ia Bisa Temukan Kembali Performa Terbaik Real Madrid

Kali ini berita baik yang di tunggu dari setelah sekian lama yaitu Real Madrid yang akhirnya kembali dengan keputusan baik, dimana pelatih yang sudah berusia 47 tahun, Zinedine Zidane telah mengembalikan bentuk terbaik Los Blancos, tentu lewat perjuangan berat yang ia lakukan sejak awal musim.

Menurut informasi yang di sampaikan lewat Marca, Madrid tidak bisa disebut bermain baik dalam satu setengah tahun terakhir klubnya seperti yang diketahui mengalami benar-benar penurunan dan benar-benar jauh dari harapan para fans. Apa sebabnya mereka masih bisa tetap menang? Yaitu karena mereka masih memiliki barisan pemain yang biasanya jauh lebih superior dari tim lawan.

Sekarang, tim yang berisikan dengan delapan pemain yaitu ada Thibaut Courtois, Sergio Ramos, Marcelo, Toni Kroos, Gareth Bale, Karim Benzema, Isco, dan Casemiro telah berhasil merangkai sebanyak empat performa apik secara beruntun. Saat itulah Real Madrid sudah dinyatakan kembali, bermain seperti seharusnya dan para fans pun kian punya harapan kembali akan kinerja para pemain.

Yuk kita bahas kali ini kira-kira apa ya yang sebenarnya terjadi? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

Sentuhan Zidane

Pelaku utama di balik kebangkitan Madrid ini, tidak lain dan tidak bukan, adalah sang pelatih sendiri yaitu Zinedine Zidane. Entah bagaimana caranya, Zidane telah membuat Los Blancos bergantung padanya. Berkat kerja keras Zidane dalam mengambil keputusan yang tepat semua pihak pun kian menghargai usahanya tersebut.

Kalau kita bahas sedikit soal karir Zidane memang sebenarnya ia sudah mempunyai modal yang kuat menjadi seorang pelatih dimana ia tercatat memulai karier sebagai pemain di klub AS Cannes, ia kemudian bermain di Bordeaux, Juventus dan terakhir Real Madrid. Ia pensiun dari sepak bola klub pada tahun 2006 dan pensiun dari Tim nasional Prancis setelah Piala Dunia 2006. Ia juga sempat memegang rekor sebagai pemain termahal di dunia saat ditransfer dari Juventus ke Real Madrid pada musim 2001-2002 dengan nilai 46 juta poundsterling sebelum dipecahkan oleh pemain Real Madrid lainnya Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale.

Sebagai pemain sepak bola kelas dunia, Zidane juga telah mengenyam banyak prestasi, di antaranya dua gelar Serie-A bersama Juventus, satu gelar Liga Champions dan satu gelar La Liga bersama Real Madrid. Zidane juga sukses mengantar Prancis menjadi juara dunia Piala Dunia 1998 dan juara Piala Eropa 2000. Bersama sahabatnya Ronaldo, Zidane menjadi pemain sepak bola yang mampu meraih gelar Pemain Terbaik Dunia FIFA sebanyak tiga kali. Ia juga pernah meraih Ballon d’Or pada tahun 1998.

Seperti yang di ketahui, sudah satu setengah musim lalu, Zidane meninggalkan Madrid dengan bom waktu. Kepergiannya mengejutkan, tapi sebelum Zidane kembali, Madrid bermain lebih buruk di bawah arahan Julen Lopetegui dan Santiago Solari.

Saat itu, Zidane memutuskan untuk kembali ketika Madrid sedang berada di posisi buruk-buruknya. Sampai akhirnya mental para pemain runtuh, Zidane pun berada di titik terendah bahkan tidak cukup usahanya membangkitkan tim. Mereka masih mudah rentan dalam kekalahan, masih berada dalam situasi yang masih buruk, dan juga yang masih bermasalah.

Sampai akhirnya Zidane berjanji bakal memperbaiki kondisi tim musim depan, yang berarti di musim 2019/20 ini.

Temukan Kembali Performa Terbaik

Sekarang, seperti yang di ketahui Zidane masih mengandalkan mayoritas pemain yang sama. Dan yang di ketahui ada sembilan dari 11 starting line-up Madrid musim ini diisi oleh pemain-pemain andalan di era pertamanya. Sepertinnya Zidane masih konsisten dengan keputusan para pemain yang sama seperti di awal.

Lewat sentuhan ajaibnya, Zidane berhasil membantu pemain-pemain itu menemukan performa terbaiknya. Isco jadi bukti paling anyar, dua performa terakhirnya tampak seperti pemain yang dahulu pernah membantu Madrid berjaya di Liga Champions. dirinya bisa keluar dan juga kembali menjadi yang sebenarnya.

Baru-baru ini, Madrid bisa berhasil memetik kemenangan di Ipurua-nya Eibar dan Estadio de Mendizorroza-nya Alaves. Dimana dua stadion itu sulit, kerap jadi tolok ukur tim yang pantas jadi juara.

Tampaknya Zidane bertekad membawa Madrid kembali serius di La Liga, yang menuntut fokus pekan ke pekan. Perlahan-lahan namun pasti, dan Madrid terbentuk sebagai tim yang mampu mengawinkan gelar La Liga dan Liga Champions.

Categories
Uncategorized

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!