Categories
Uncategorized

Man of the Match Burnley vs Manchester City: Gabriel Jesus

Berikut ini berita datang dari pemain muda berusia 22 tahun, Gabriel Jesus dimana pemain sepak bola Brasil yang berposisi sebagai penyerang. Ia saat ini bermain untuk klub Liga Utama Inggris Manchester City. Dia terpilih sebagai pendatang baru terbaik pada Campeonato Brasileiro Série A 2015, tahun di mana ia juga membantu timnya memenangkan Copa do Brasil. Dirinya berhasil terpilih menjadi pemain terbaik alias man of the match dalam laga Premier League 2019-20 pekan ke-15 antara Burnley vs Manchester City, yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 4 Desember 2019 dini hari WIB.

Dalam laga ini, Manchester City berhasil meraih kesuksesan dengan kemenangan skor telak 4-1. Dan Gabriel Jesus menjadi bintang kemenangan Manchester City dengan memborong sebanyak dua gol.

Dua gol tim tamu lainnya masing-masing diciptakan oleh Rodri dan Riyad Mahrez. Burnley sendiri sempat mendapat gol hiburan lewat pemain berkebangsaan Irlandia, Robbie Brady.

Sinar Gabriel Jesus

Gabriel Jesus berhasil mencetak gol pertamanya dengan cara istimewa dan apik, yakni tembakan melengkung ke tiang jauh. Sementara gol kedua lahir lewat sontekan dari jarak dekat meneruskan crossing Bernardo Silva.

Dalam laga ini, Jesus menunjukkan betapa efektifnya dia dalam memanfaatkan peluang yang tercipta begitu luar biasa dan juga disepanjang laga, totalnya ia hanya berhasil memperoleh sebanyak tiga kali melakukan tembakan, dan dua di antaranya berujung gol.

Gabriel Jesus sekali lagi berhasil membuktikan kualitasnya. Pemain asal Brasil itu musim ini sudah menciptakan sebanyak tujuh gol dan tiga assist dalam 18 laga bagi City di semua kompetisi. Umurnya yang masih muda tidak menghalangi kinerja performanya dalam tugas dan tanggung jawabnya.

Categories
Uncategorized

Zidane Berhasil Entah Bagaimana Caranya, Ia Bisa Temukan Kembali Performa Terbaik Real Madrid

Kali ini berita baik yang di tunggu dari setelah sekian lama yaitu Real Madrid yang akhirnya kembali dengan keputusan baik, dimana pelatih yang sudah berusia 47 tahun, Zinedine Zidane telah mengembalikan bentuk terbaik Los Blancos, tentu lewat perjuangan berat yang ia lakukan sejak awal musim.

Menurut informasi yang di sampaikan lewat Marca, Madrid tidak bisa disebut bermain baik dalam satu setengah tahun terakhir klubnya seperti yang diketahui mengalami benar-benar penurunan dan benar-benar jauh dari harapan para fans. Apa sebabnya mereka masih bisa tetap menang? Yaitu karena mereka masih memiliki barisan pemain yang biasanya jauh lebih superior dari tim lawan.

Sekarang, tim yang berisikan dengan delapan pemain yaitu ada Thibaut Courtois, Sergio Ramos, Marcelo, Toni Kroos, Gareth Bale, Karim Benzema, Isco, dan Casemiro telah berhasil merangkai sebanyak empat performa apik secara beruntun. Saat itulah Real Madrid sudah dinyatakan kembali, bermain seperti seharusnya dan para fans pun kian punya harapan kembali akan kinerja para pemain.

Yuk kita bahas kali ini kira-kira apa ya yang sebenarnya terjadi? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

Sentuhan Zidane

Pelaku utama di balik kebangkitan Madrid ini, tidak lain dan tidak bukan, adalah sang pelatih sendiri yaitu Zinedine Zidane. Entah bagaimana caranya, Zidane telah membuat Los Blancos bergantung padanya. Berkat kerja keras Zidane dalam mengambil keputusan yang tepat semua pihak pun kian menghargai usahanya tersebut.

Kalau kita bahas sedikit soal karir Zidane memang sebenarnya ia sudah mempunyai modal yang kuat menjadi seorang pelatih dimana ia tercatat memulai karier sebagai pemain di klub AS Cannes, ia kemudian bermain di Bordeaux, Juventus dan terakhir Real Madrid. Ia pensiun dari sepak bola klub pada tahun 2006 dan pensiun dari Tim nasional Prancis setelah Piala Dunia 2006. Ia juga sempat memegang rekor sebagai pemain termahal di dunia saat ditransfer dari Juventus ke Real Madrid pada musim 2001-2002 dengan nilai 46 juta poundsterling sebelum dipecahkan oleh pemain Real Madrid lainnya Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale.

Sebagai pemain sepak bola kelas dunia, Zidane juga telah mengenyam banyak prestasi, di antaranya dua gelar Serie-A bersama Juventus, satu gelar Liga Champions dan satu gelar La Liga bersama Real Madrid. Zidane juga sukses mengantar Prancis menjadi juara dunia Piala Dunia 1998 dan juara Piala Eropa 2000. Bersama sahabatnya Ronaldo, Zidane menjadi pemain sepak bola yang mampu meraih gelar Pemain Terbaik Dunia FIFA sebanyak tiga kali. Ia juga pernah meraih Ballon d’Or pada tahun 1998.

Seperti yang di ketahui, sudah satu setengah musim lalu, Zidane meninggalkan Madrid dengan bom waktu. Kepergiannya mengejutkan, tapi sebelum Zidane kembali, Madrid bermain lebih buruk di bawah arahan Julen Lopetegui dan Santiago Solari.

Saat itu, Zidane memutuskan untuk kembali ketika Madrid sedang berada di posisi buruk-buruknya. Sampai akhirnya mental para pemain runtuh, Zidane pun berada di titik terendah bahkan tidak cukup usahanya membangkitkan tim. Mereka masih mudah rentan dalam kekalahan, masih berada dalam situasi yang masih buruk, dan juga yang masih bermasalah.

Sampai akhirnya Zidane berjanji bakal memperbaiki kondisi tim musim depan, yang berarti di musim 2019/20 ini.

Temukan Kembali Performa Terbaik

Sekarang, seperti yang di ketahui Zidane masih mengandalkan mayoritas pemain yang sama. Dan yang di ketahui ada sembilan dari 11 starting line-up Madrid musim ini diisi oleh pemain-pemain andalan di era pertamanya. Sepertinnya Zidane masih konsisten dengan keputusan para pemain yang sama seperti di awal.

Lewat sentuhan ajaibnya, Zidane berhasil membantu pemain-pemain itu menemukan performa terbaiknya. Isco jadi bukti paling anyar, dua performa terakhirnya tampak seperti pemain yang dahulu pernah membantu Madrid berjaya di Liga Champions. dirinya bisa keluar dan juga kembali menjadi yang sebenarnya.

Baru-baru ini, Madrid bisa berhasil memetik kemenangan di Ipurua-nya Eibar dan Estadio de Mendizorroza-nya Alaves. Dimana dua stadion itu sulit, kerap jadi tolok ukur tim yang pantas jadi juara.

Tampaknya Zidane bertekad membawa Madrid kembali serius di La Liga, yang menuntut fokus pekan ke pekan. Perlahan-lahan namun pasti, dan Madrid terbentuk sebagai tim yang mampu mengawinkan gelar La Liga dan Liga Champions.

Categories
Uncategorized

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!